makalah kedisiplinan siswa



KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Allah SWT, segala nikmat dan karunia-Nya yang telah dilimpahkan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis yang berjudul “Upaya meningkatkan kedisiplinan siswa SMA Negeri 1 Subang “ ini dengan baik, Karya Tulis ini disusun dalam rangka memenuhi tugas di mata Pelajaran Bahasa Indonesia.
Tidak lupa saya sampaikan terima kasih kepada :
1.      Bapak Suhanan, M.Pd. selaku guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia yang telah memberikan materi, sehingga saya memiliki tambahan ilmu.
2.      Orang tua yang telah memberikan motivasi yaitu berupa material dan do’a
3.      Teman-teman yang telah membantu saya mengerjakan makalah ini
Semoga dengan adanya Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi pembaca serta dapat menyedarkan peserta didik SMA Negeri 1 Subang untuk meningkatkan kedisiplinannya.

Subang, Mei 2016
Penulis


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR ..................................................................................
DAFTAR ISI .................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang MAsalah .............................................................
1.2  Rumusan MAsalah ......................................................................
1.3  Tujuan Penulisan .........................................................................
1.4  Manfaat Penulisan .......................................................................
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Disiplin ......................................................................
2.2 Disipilin Sekolah .........................................................................
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Faktor Penyebab perilaku tidak disiplin siswa SMAN 1 Subang .........
3.2 Upaya yang meningkatkan kedisiplinan siswa SMAN 1 Subang ........
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan ..................................................................................
4.1 Saran ............................................................................................
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang Masalah
Seorang siswa dalam mengikuti belajar disekolah tidak akan lepas dari berbagai peraturan dan tata Tertib yang diperlakukan disekolahnya, dan setiap siswa dituntut untuk dapat berperilaku sesuai dengan aturan dan tata tertib yang berlaku disekolah. Kepatuhan dan ketaatan siswa terhadap berbagai aturan dan tata tertib yang berlaku di sekolahnya itu biasa disebut disiplin siswa.
Yang dimaksud dengan aturan sekolah tersebut, seperti aturan tentang standar berpakaian, ketepatan waktu, perliaku sosial dan etika belajar, pengertian disiplin sekolah kadang kala menjadikan kontroversi dalam menerapkan metode pendisiplinannya, sehingga terjebak dalambentuk kesalahan perlakuan fisik dan kesalahan psikologis.

1.2  Rumusan Masalah
1.1  Apa faktor penyebab utama perilaku tidak disiplin siswa SMAN 1 Subang?
1.2  Apa saja upaya yang bisa meningkatakan kedisiplinan siswa SMAN 1 Subang?

1.3  Tujuan Penulisan
2.1 Untuk mengetahui penyebab utama perilaku tidak disiplin siswa SMAN 1 Subang
2.2 Untuk mendeskripsikan upaya yang bisa meningkatkan kedisiplinan siswa SMAN 1 Subang

1.4  Manfaat Penulisan
Manfaat dari penyusunan Karya Ilmiah ini adalah mengetahui seberapa besar penerapan displin yang dilaksanakan oleh siswa SMAN 1 Subang dan seberapa besar upaya warga sekolah, khususnya guru dalam usaha meningkatkannya.


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Disiplin
Disiplin berasal dari bahasa latin discare yang berarti belajar, dari kata ini timbul kata disipline yang berarti pengajaran atau pelatihan dan sekarang kata disiplin mengalami perkembangan makna dalam beberapa pengertian . pertama disiiplin sebagai latihan yang bertujuan mengembang diri agar dapat berperilaku tertib.

2.2 Disiplin Sekolah
Membicarakan tentang sekolah tidak bisa dilepaskan dengan persoalan perilaku negatif siswa. Perilaku negatif yang terjadi di kalangan siswa remaja pada akhir-akhir ini tampaknya sudah sangat menghawatirkan seperti kehidupan sex bebas, keterlibatan dalam narkoba, geng motor dan berbagai tindakan yang menjerumuskan ke arah kriminal lainnya, yang tidak hanya dapat merugikan diri sendiri tetapi juga merugikan masyarakat. Sering ditemukan yang merentang dari pelanggaran tingkat ringan sampai dengan tingkat tinggi, seperti kasus bolos, perkelahian, nyontek, pemakaian pencurian dan bentuk-bentuk penyimpangan perilaku lainnya.
Dalam disiplin sekolah-sekolah yang demokrat, kemandirian dan tanggung jawab dapat berkembang siswa patuh dan taat karena didasar kesadaran dirinya mengikuti peraturan yang ada bukan karena terpaksa, melainkan atas kesadaran bahwa hal itu baik dan ada manfaat sanksi adalah hukuman yang diberikan kepada siswa. Hal ini menurut Depdiknas (2001:10) 3 sanksi yang diterapkan agar bersifat mendidik, tidak bersifat hukuman fisik dan tidak menimbulkan hukuman trauma psikologis, sanski dapat diberikan secara bertahap dari yang paling ringan sampai yang seberat-beratnya, sanksi tersebut dapat  berupa :
1.      Teguran lisan atau tertulis bagi yang melakukan pelanggaran ringan terhadap ketentuan sekolah yang ringan.
2.      Hukuman pemberian tugas yang sifatnya mendidik, misalnya membuat rangkuman buku.
3.      MElaporkan secara tertulis kepada orang tua siswa tentang pelanggaran yang dilakukan putera-puterinya.
4.      Memanggil yang bersangkutan bersama orang tuanya.
5.      Melakukan skorsing kepada siswa yang melanggar peraturan beberapa kali.
6.      Mengeluarkan yang bersangkutan dari sekolah misalnya yang bersangkutan perkara pidana dan perdata yang dibuktikan oleh pengadilan.
BAB III
PEMBAHASAN


3.1  Faktor Penyebab perilaku tidak disiplin siswa SMAN 1 Subang
Perilaku buruk siswa SMAN 1 Subang dapat disebabkan oleh banyak hal, diantaranya berasal dari situasi dalam kelas dan luar kelas. Contoh penyebab perilaku tidak disiplin siswa yang berasal dari dalam kelas adalah pelajaran. Pelajaran yang sulit dan membosankan serta nilai yang jelek seringkali memicu perilaku tidak disiplin siswa. Karena merasa kecewa dengan hasil yang tidak memuaskan.
Faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya perilaku tidak disiplin siswa disekolah yaitu sebagai berikut :
1.      Faktor Intrinsik
Tidak ada motivasi dalam diri membuat siswa melas dalam belajar, karena malas belajar ini yang akan menjalar keseluruh aspek siswa disekolah, mulai dari mendapatkan nilai kecil, mencontek, membolos saat jam pelajaran, bahkan membolos sekolah. Rasa malas ini bisa disebabkan oleh fisik dari psikis siswa, bisa dikarenakan terlalu lelas karena aktifitas seharian yang padat. Faktor psikis pun juga mempengaruhi siswa dalam belajar.
2.      Faktor Ekstrinsik
Yang menyebabkan munculnya ketidakdisiplinan siswa yaitu sebagai berikut :
a.       Orang Tua
Sikap orang tua yang kurang perhatian
b.      Guru
Guru yang terlalu gala dan lembut bisa mempengaruhi siswanya
c.       Teman
Teman yang baik merupakan faktor penting yang juga dapat mempengaruhi sikap perilaku siswa
d.      Lingkungan
Siswa yang tinggal di lingkungan yang memiliki kebiasaan buruk, pada akhirnya akan terbawa juga

3.2  Upaya yang meningkatkan kedisiplinan siswa SMAN 1 Subang
Meningkatkan kesidiplinan siswa-siswi SMAN 1 Subang yaitu dengan melaksanakan tata tertib sekolah sesuai aturan yang diberlakukan, sehingga terciptanya ketertiban dan kepatuhan siswa terhadap aturan sekolah. Memberikan sanksi bagi siswa yang melanggar tata tertib sekolah. Mengaktifkan Organisasi Siswa  Intra Sekolah (OSIS) untuk membantu meminimalkan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh siswa, sehingga dapat membantu dalam peningkatan kedisiplinan.
Guru diharuskan mencontohkan perilaku disiplin, baik itu dalam segi penampilan, mengajar dan bertingkah laku di sekolah serta memberikan nasihat yang kiranya dapat membantu semangata belajar siswa.
Adanya kesadaran diri darri setiap siswa untuk disiplin dengan mengacu pada motivasi diri untuk lebih ditingkatkan lagi prestasi diri dalam belajar serta berperilaku yang mencerminkan kedisiplinan dan setiap siswa harus sering belajar dan menaati semua peraturan tata tertib yang berlaku.


BAB IV
PENUTUP


4.1 Kesimpulan
Penegakan disiplin disekolah tidak hanya berkaitan dengan masalah seputar kehadiran atau tidak, hal itu mengacu pada sebuah lingkungan yang didalamnya ada aturan bersama yang dihormati dan siapapapun yang melanggar mesti berani mempertanggungjawabkan perbuatannya. Setiap pelanggaran atas kepentingan umum dalam sekolah mesti diganjar dengan hukuman yang mendidik sehingga siswa mampu memahami bahwa nilai disiplin itu bukanlah bernilai demi disiplinnya itu sendiri melainkan demi tujuan yang lebih luas.

4.1 Saran
Upaya yang mungkin bisa dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan seiswa antaranya pertama guru disarankan untuk bersikap empatik, guru terampil berkomunikasi yang efektif. Guru disarankan untuk menasihati siswa yang salah sehingga membantu siswa untuk mengatasinya.
DAFTAR PUSTAKA
http://Pengertian kedisiplinan.blogspot.com
http ://yunitasi02 faktor tidak disiplin.wikipedia.blogspot.com
http://Marcellaoweha.blogspot.com

Komentar

Postingan Populer